Share this List


Share this link by email, IM, or post it anywhere

My Favorite Movies


  anggihafiz's Rating My Rating
1
The Lake House 2006,  PG)
2
The Devil Wears Prada 2006,  PG-13)
3
The Hunt for Red October 1990,  PG)
The Hunt for Red October
I think that the plot which shown here is not correct. Red October is a name for Russian's Nuclear powered Submarine. There's no war in this movie and no USAF, NATO, and Soviet's MiG. There's only Capt. Ramius and his crew who wants to defect to the US. Because of his action, The Kremlin send all their submarine in every base to catch and sink Red october down. Finally, The Red October still running below and show off at Maine. No US satellite found them.
4
For Love of the Game 1999,  PG-13)
For Love of the Game
Another great movie! I cant forget the memories in the end of this movie. The Legend (Billy Chapel) takes it all but its not perfect coz his beloved woman is not there with him.
5
The Bourne Ultimatum 2007,  PG-13)
6
The Bourne Supremacy 2004,  PG-13)
7
The Bourne Identity 2002,  PG-13)
8
Ocean's Eleven 2001,  PG-13)
9
Ocean's Thirteen 2007,  PG-13)
10
Ocean's Twelve 2004,  PG-13)
11
You Kill Me 2007,  R)
You Kill Me
keren banget tau gak sih loh
12
Fun With Dick and Jane 2005,  PG-13)
13
Hot Shots! 1991,  PG-13)
14
P.S. I Love You 2007,  PG-13)
P.S. I Love You
Love, love, love
15
A Walk to Remember 2002,  PG)
16
Overnight Delivery 1996,  PG-13)
17
The Reader 2008,  R)
18
While You Were Sleeping 1995,  PG)
While You Were Sleeping
Pretty romantic! Love sandra bullock. Amazing!
19
Music and Lyrics 2007,  PG-13)
20
An Education 2009,  PG-13)
An Education
Pada tahun 1960-an, London bisa dibilang sebagai kota yang membosankan, konservatif, dan terlihat sangat ketinggalan dibandingkan dengan kota lainnya di Eropa, sebut saja Paris misalnya. Pada waktu itu, kebetulan sedang berkembang suatu tren yang menyiratkan antusiasme terhadap semua yang berbau Perancis: sastra, musik, literature, film, fashion, bahkan rokok sekalipun. Hal ini tentu jadi fenomena yang cukup berpengaruh pada masanya.

Berlatarbelakang suasana kehidupan masyarakat London periode awal 60-an, An Education sebuah film adaptasi dari novel karya Nick Hornby, bercerita tentang kehidupan seorang gadis remaja yang cantik, pintar,dan juga cerdas dalam usahanya untuk bisa mencapai pendidikan tinggi di Oxford University. Layaknya, anak yang seumuran dengannya yang juga bisa kita temui di Indonesia ini, adalah bahwa keinginan dan dorongan untuk masuk kuliah di perguruan tinggi seringkali dipengaruhi oleh ekspektasi dan harapan orang tua. Begitu pula dengan Jenny, dimana orang tuanya sangat berharap agar ia bisa masuk Oxford dan menemukan calon suaminya disana. Seorang calon suami yang diharapkan tentu saja mapan, kaya, dan hidupnya sejahtera.

Kehidupan Jenny mulai berubah saat ia mengenal David, seorang pria tampan dan mempesona. Mereka kemudian menjadi teman dekat dan mulai berkencan. Dari penampilannya, David terlihat sangat mapan sebagai art dealer dan pengembang properti. Untuk Jenny, David lebih dari sekedar itu. Jenny menaruh perhatian pada pengetahuan David tentang seni dan budaya. David sangat paham dan akrab dengan karya-karya terbaru literatur Perancis dan fashion. Terlebih lagi ketika David mengajak Jenny ke klub jazz hingga akhirnya David benar-benar mewujudkan keinginan Jenny untuk pergi ke Paris. Tak lama kemudian, David melamar Jenny. Jenny menerima lamaran David dan keluar dari sekolah tanpa mengikuti ujian A-level, yang membuat Jenny semakin melupakan Oxford.

Banyak orangtua yang seharusnya khawatir dengan putrinya yang belum dewasa dan baru berumur 17 tahun, tetapi sudah berani memutuskan untuk menikah dengan pria umur 30-an. Apalagi bila sampai harus mengorbankan pendidikannya. Orang tua Jenny nampaknya biasa saja dengan hal itu karena menganggap Jenny telah menemukan pasangan hidupnya yang sudah mapan dan menganggap Jenny tidak perlu lagi untuk masuk Oxford*. Satu-satunya hal yang membuat ayah Jenny keberatan adalah David seorang Yahudi.

Makna judul film ini ?An Education? bisa dipahami dari dua sisi. Sebagai karya drama, film ini menceritakan kisah Jenny yang dapat diartikan dalam arti luas sebagai pembelajaran pelajaran-pelajaran hidup. Yang kedua, bisa juga diartikan secara literal sebagai pendidikan formal yang harus ditempuh seseorang melalui sekolah untuk mendapatkan bekal ilmu pengetahuan.

Kepala sekolah dan Guru Jenny tentu menyayangkan keputusannya. Namun, Jenny bersikeras untuk tetap keluar sekolah karena sama seperti yang pernah kita rasakan juga kalau sekolah itu membosankan. Lagipula, Jenny sudah punya calon suami yang mapan sehingga ia semakin yakin kalau ilmu dan pelajaran yang didapatkan dari sekolahnya tidak akan berguna untuk kehidupannya kelak. Jenny keluar dari sekolah karena dirinya menganggap akan mendapatkan pengetahuan yang lebih setelah hidup bersama David nantinya. Jenny memimpikan kehidupannya dengan David di Paris, di tepi sungai Gauche, membaca tulisan Sartre, merokok Gauloises, dan menonton film terbaru keluaran Nouvelle Vague.

Sampai akhirnya petaka itu tiba. David yang Jenny kenal tiba-tiba berubah menjadi ?socially awkward? karena ketidakjujurannya. Seketika impian itu hilang dan Jenny sudah terlanjur meninggalkan sekolahnya. Jenny kemudian mencoba untuk membuka kembali hubungan dengan kepala sekolah dan gurunya. Mereka memberikan kesempatan kedua agar Jenny bisa mengikuti ujian A-level sebagai syarat masuk ke Oxford. Akhirnya, Jenny diterima di Oxford dan pergi ke Paris bersama kekasihnya yang lain.

***

Film ini mengangkat isu-isu yang lekat dengan keseharian kita. Utamanya, adalah mengenai pendidikan dan kodrat seorang perempuan. Saya teringat satu judul bab dalam buku ?Leaving Microsoft to Change the World? tulisan John Wood: Mengembalikan Anak Perempuan Pada Tempatnya, Sekolah. Seringkali pendidikan untuk anak perempuan tidak dijadikan prioritas melainkan hanya jadi satu pelengkap dan formalitas belaka karena kelak ia akan bersuami sehingga tidak perlu lagi untuk sekolah dan mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya.

Inggris dikenal dengan tradisi dramanya yang sangat baik dan sebagai drama Inggris, An Education termasuk kedalamnya. An Education tidak hanya bercerita tentang seorang gadis yang beranjak dewasa dan mencoba memahami pilihan-pilihan dalam hidupnya. An Education juga mengangkat isu-isu lainnya yang berhubungan dengan kehidupan dan gaya hidup kelas-kelas sosial dalam masyarakat modern Inggris pasca perang dunia II, rasisme (anti semitisme, yang bisa dilihat dalam beberapa dialog) serta nilai-nilai dan makna dari pendidikan yang membuat film ini menjadi semakin kaya dan layak untuk ditonton berulang kali.


Paninggilan, Tangerang, 14 Maret 2010, 00.23


* Ini mengingatkan saya pada Nia Ramadhani yang akan resmi sebagai menantu Aburizal Bakrie tanggal 1 April nanti
21
The Informant! 2009,  R)
22
The Last Samurai 2003,  R)
23
Memoirs of a Geisha 2005,  PG-13)
24
Green Zone 2010,  R)
25
The Holiday 2006,  PG-13)
26
The Break-Up 2006,  PG-13)
27
Ice Age 2002,  PG)
28
Lord of War 2005,  R)
Lord of War
Kau baru bisa disebut nasionalis sejati bila membunuh bangsamu sendiri dengan senjata yang kau jual
29
Transporter 3 2008,  PG-13)
30
The Transporter 2002,  PG-13)
31
Inception 2010,  PG-13)
Inception
Your mind is the scene of crime

Awalnya adalah ide, suatu hal yang kecil dan menjadi fokus utama dalam film garapan Christopher Nolan yang juga menyutradarai The Dark Knight. Ide secara langsung berkaitan dengan pikiran. Begitu ide terlintas, pikiran pun akan segera merekamnya dan menentukan akan diapakan ide tersebut. Masalahnya, terkadang berbagai ide yang muncul hanya terlintas sesaat dalam kenyataan. Begitu jiwa dan raga ini beristirahat dalam tidur makan ide itu akan segera hilang, seperti Koes Plus bilang dalam lirik lagu Perasaan, ?...betapa megah hidupku kau bilang, dalam tidurmu semua akan hilang...?.

Namun, siapa sangka kalau ide itu ternyata masih diputar ulang oleh pikiran melalui alam bawah sadar. Agaknya, untuk membahas hal ini lebih jauh diperlukan analisis mendalam dengan berbagai referensi dari Psikonanalisis yang dielu-elukan oleh Kaum Freudian, mereka pengikut sang juru alam bawah sadar, Sigmund Freud.

Menyimak film ini rasanya tidak berbeda jauh dengan The Ocean Gangs (Ocean?s Eleven, Ocean?s Twelve, dan Ocean?s Thirteen). Pemimpin aksi yang mendapatkan tugas istimewa harus mengumpulkan anggota tim terbaiknya agar misi dapat berhasil dan sukses. Bedanya, dalam Inception, Dom Cobb (Leonardo Dicaprio) dikisahkan masih menyimpan bayang-bayang masa lalu dari keahliannya bersama istrinya. Ingatan masa lalu yang belum sepenuhnya dihapus dan risiko pekerjaannya menjadi hal yang menarik dalam film ini.

Dom Cobb adalah seorang pencuri yang bekerja di dunia yang tidak nyata: dunia mimpi dan alam bawah sadar. Dom Cobb memiliki kelebihan untuk mencuri lewat kemampuan ekstraksi, yang memungkinkannya untuk mengambil berbagai informasi dan rahasia melalui alam bawah sadar. Dengan cara itulah, ketika pikiran berada dalam kondisi vulnerable Dom Cobb menjalankan aksinya.

Kemampuan itulah yang menyebabkannya memasuki dunia baru spionase korporat. Melalui usahanya, ia kemudian menjadi sorang pelarian internasional sehingga harus membayar semuanya dengan kehilangan keluarganya. Menyadari usahanya untuk terus berlari dan bersembunyi akan sia-sia, Cobb pun menerima tawaran Saito, pengusaha dari Jepang, yang membuat kesepakatan supaya Cobb bisa kembali pada kehidupan dan keluarganya seperti semula.

Pekerjaan yang diberikan Saito adalah sederhana. Cobb diminta untuk menanamkan ide didalam pikiran Robert Fischer (Cillian Murphy), sang pewaris kerajaan bisnis ayahnya, Walter Fischer (Pete Postlethwaite), yang juga saingan bisnis Saito. Saito khawatir ekspansi bisnis Fischer akan berpengaruh dalam pasaran energi internasional. Cobb harus menanamkan ide bahwa Fischer Jr tidak akan melakukan kebijakan untuk mengikuti jejak ayahnya.

Sepintas pekerjaan itu terlihat sangat mudah. Namun, Cobb harus menembus sampai 3 lapis mimpi agar ide yang ditanamkan itu menancap sempurna pada target. Bersama tim bentukan yang terdiri dari berbagai spesialis (bukan dokter spesialis) Cobb merancang suatu misi. Kali ini bukan misi pencurian ide tetapi penanaman ide. Pekerjaan ini adalah pekerjaan terakhir untuknya. Pekerjaan yang disebut impossible-inception. Jika mereka berhasil maka itu akan jadi kejahatan yang illegally perfect. Kesalahan dalam perencanaan dan perhitungan malah justru tidak hanya akan menimbulkan bahaya tetapi juga keselamatan mereka semua.

Overall, Inception menawarkan thrilling action plus imaginative sci-fi khas film-film Hollywood. Lengkap dengan adegan kejar-kejaran dan tembak-menembak. Juga tidak lepas dari plot cerita dengan alur yang berulang-ulang maju mundur sehingga penonton wajib mengikuti cerita dari awal hingga tamat. Konflik personal pelaku utama juga membuat penonton menebak-nebak. Menurut penulis, acting Dicaprio memang punya ciri khas dan cita rasa tersendiri.

Kalau saja pemeran utamanya diperankan oleh Brad Pitt, Matt Damon, atau Ben Affleck yang sering tampil dalam film bergenre sama akan terasa lebih gagah dan tegas. Barangkali, image yang terlanjur melekat pada pribadi masing-masing mereka memberikan daya tarik dan nilai tawar tersendiri juga bagi produser film. Terakhir, Kalau boleh menyarankan, film ini juga layak dibuat jadi game RPG dengan multi-ending seperti Legend of Legaia yang punya 5 ending di akhir cerita.

Comments (0)


Post a comment

Recent Comments